Selasa, 04 Desember 2012

Filosofi Di Balik Seorang Tukang Parkir

Setiap hari,  pak Somad selalu standby ditempat parkir  dimana ia bekerja. Tangannya melambai-lambai mengisyaratkan sesuatu sembari meniup peluit yang ia gantungkan di lehernya. Semua kendaraan yang masuk ia atur sedemikian rupa agar tertib dan tertata rapi. Dan dengan cekatan pula, ketika ada pemilik kendaraan yang ingin keluar dari tempat parkiran, ia beri aba-aba dengan perlahan agar tak bergesekan  satu sama lain sampai kendaraan itu benar-benar keluar  tanpa ada lecet, goresan  dan kekurangan sedikitpun
Tengah hari dibawah terik matahari, ia pun masih tegap  mengurusi lalu lalang kendaraan yang ia pun  tidak tahu itu punya siapa. Tak tahu sampai kapan ia harus menjaga dan  harus selalu siaga tanpa pernah  bisa berharap  untuk beristirahat walau sejenak. Baru saja duduk melepas dahaga, ada saja kendaraan yang ingin masuk dan  ia pun harus merelakan letih yang  selalu datang setiap saat mengusik ketenangannya.
 
Tapi semuanya itu ia lakukan dengan senang hati dan tulus ikhlas. Ia tak pernah marah ketika mobil dari berbagai level, dari yang paling murah sampai yang paling mahal akhirnya diambil oleh si empunya mobil. Karena ia tahu kendaraan itu bukan miliknya. Yaa... Sekedar di titipkan  kepadanya yang sewaktu-waktu dapat diambil terserah  waktunya oleh si empunya.
Dari deskripsi seorang tukang parkir tersebut , kita bisa mengambil pelajaran  yang sangat berharga. Bahwa semua  yang ada pada diri kita, entah itu dari anggota badan, keluarga dan harta hanyalah sebuah titipan tuhan yang harus kita jaga layaknya seorang tukang parkir tadi yang menjaga kendaraan – kendaraan orang lain.
Titipan yang berarti amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban nantinya.
Allah menitipkan kita sepasang mata.  Maka selayaknya kita menjaga amanah tersebut dengan menggunakannya untuk hal-hal kebaikan,  melihat indahnya ciptaan Allah, alam dan seisinya, membaca al-quran, dan akhirnya bisa jadi bahan renungan. Betapa Allah Maha Besar dengan kuasa agung-Nya yang terhampar disekelilling kita.uas kita.

Tidak ada komentar: